× HOME GRACAK PERISTIWA NASIONAL INVESTIGASI POLITIK HUKUM EKONOMI OPINI VIDEO
Logo
🔍
INVESTIGASI

Hampir 1 Tahun Terbunuh, Keluarga Korban Minta Keadilan Pengusutan

Penulis: Agri Randa Saputra
Editor: Ynt
Jumat, 06 Maret 2026 | 17:27 WIB

Gracak.com, Jambi– Menjelang satu tahun peringatan kematian Dedi Putra, duka mendalam masih menyelimuti keluarga di Jalan Marene, Desa Kasang Kumpeh, Muaro Jambi. Hingga kini, misteri di balik tewasnya Dedi pada 19 Mei 2025 lalu belum juga menemukan titik terang.

Wajar jika Kakak kandung korban, Dewi Yulianti, terus menyuarakan tuntutan keadilan, ia mendesak Polda Jambi untuk membongkar berbagai kejanggalan yang menyelimuti kasus adik nya.

Perjalanan keluarga mencari kebenaran ibarat mendaki jalan terjal. Awalnya, Polsek Kumpeh Ulu menyatakan Dedi tewas akibat kecelakaan. Namun, keluarga yang curiga melihat kondisi jenazah yang penuh lebam tanpa luka lecet sedikit pun, akhirnya berhasil memperjuangkan proses ekshumasi pada 7 Agustus 2025.

"Hasil ekshumasi menunjukkan wajah dan kepalanya hancur, parah sekali kondisinya. Dedi dinyatakan tewas akibat penganiayaan benda tumpul, bukan kecelakaan. Tapi sampai detik ini, polisi tidak memberikan kejelasan apapun," ungkap Dewi dengan nada getir saat diwawancarai, Rabu (6/3/2026).

Sederet Kejanggalan yang Tak Terjawab

Kekecewaan keluarga memuncak ketika respons penyidik Polda Jambi dianggap berubah drastis setelah hasil ekshumasi keluar. 

Alih-alih mendapatkan kejelasan, keluarga merasa disudutkan. Dewi membeberkan setidaknya tiga poin krusial yang dinilai diabaikan oleh pihak kepolisian.

Rekaman CCTV yang "Dingin": Keluarga meyakini rekaman CCTV di komplek perumahan menunjukkan detik-detik terakhir Dedi sebelum tewas. Dalam rekaman tersebut, Dedi terlihat dibonceng seseorang menggunakan motor Honda PCX dalam kondisi lemas. Namun, polisi dianggap enggan memaparkan dan menganalisis bukti tersebut secara mendalam.

Polemik Sepeda Motor Misterius: Terjadi perbedaan pernyataan antara keluarga dan polisi mengenai jenis motor yang terekam. Keluarga yakin itu adalah Honda PCX milik seorang tetangga, sementara polisi menyebutnya Honda Vario. Kini, motor yang menjadi kunci tersebut kabarnya telah dijual, sementara pemiliknya mangkir dari tiga kali panggilan saksi.

Hilangnya Data Digital: Polisi menyatakan data komunikasi di ponsel Dedi hilang total. Ironisnya, pihak penyidik justru menyalahkan keluarga karena sempat mencabut kartu SIM, yang dianggap sebagai penyebab hilangnya jejak komunikasi krusial sebelum kematian korban.

1 2
Bagikan Artikel
Rekomendasi