Gracak.com, Jambi – Di tengah isu tak sedap yang menerpa sistem Bank Jambi hingga menyebabkan hilangnya tabungan nasabah, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, mengaku turut menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
“Saya juga korban, duit saya Rp23 juta di Bank Jambi hilang,” kata Ivan, Minggu (22/2/2026).
Diketahui, peristiwa ini telah menimpa sejumlah besar nasabah Bank Jambi. Para nasabah dikabarkan kehilangan uang mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah.
Meski menjadi korban, Ivan berharap pihak manajemen Bank Jambi lebih dulu memikirkan kerugian nasabah yang mayoritas merupakan masyarakat Jambi.
Menurutnya, pengembalian dana nasabah sama halnya dengan membangun kembali kepercayaan masyarakat, meskipun hal tersebut bukan perkara mudah. Ia menegaskan bahwa dibutuhkan bukti nyata, bukan sekadar janji.
“Uang masyarakat itu amanah. Jadi, Bank Jambi harus terbuka, jangan ada yang ditutup-tutupi. Kalau ada masalah, akui, lalu jelaskan apa solusinya,” tegas Ivan.
Ia juga meminta pihak bank tidak pelit informasi. Menurutnya, manajemen harus memberikan laporan rutin melalui media maupun media sosial resmi terkait langkah perbaikan yang dilakukan.
“Jangan biarkan masyarakat menebak-nebak sendiri sampai muncul gosip macam-macam. Beri laporan rutin di media atau medsos resmi soal apa yang sedang diperbaiki,” ujarnya.
Bagi nasabah yang benar-benar menjadi korban dan kehilangan saldo, Ivan meminta agar proses pengembalian dipercepat.
“Kasihan nasabah kalau harus urus surat ini-itu yang rumit. Kalau terbukti korban, langsung ganti. Libatkan juga OJK dan BI untuk audit biar masyarakat tenang,” tambahnya.
