Gracak.com, Jambi - Kepala Regional (Kanreg) BGN Provinsi Jambi, Adityo memastikan bahwa SPPG Sengeti untuk sementara dihentikan operasionalnya hingga hasil investigasi penyebab keracunan diumumkan.
Penghentian ini bukan tanpa alasan, dimana sebelumnya terjadi keracunan massal yang menimpa ratusan siswa dan guru akibat mengkonsumsi MBG Soto di Muaro Jambi, pada Jumat (30/1).
“SPPG Sengeti dihentikan sementara sembari menunggu hasil investigasi. Penyaluran ke 28 sekolah yang dikelola SPPG tersebut juga kami setop dulu,” jelasnya.
Ketika dimintai keterangan terkait temuan awal uji laboratorium, Adityo memilih untuk tidak berspekulasi. Ia hanya menegaskan bahwa semua SPPG yang beroperasi di Provinsi Jambi telah memiliki sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi.
“Semua penyedia sudah tersertifikasi Laik Higiene Sanitasi. Jadi sebenarnya sudah sesuai standar yang berlaku,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, jumlah korban keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, terus bertambah.
Tak hanya siswa TK dan SD, guru pun ikut terdampak setelah menyantap menu soto yang diduga menjadi penyebab utama keracunan massal tersebut.
Pihak BGN Provinsi Jambi, Adityo juga menegaskan pihaknya tengah melangsungkan uji hasil labor terkait makanan tersebut.
Begitupun Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muaro Jambi, mengatakan hingga Sabtu (31/1/2026) malam, jumlah korban keracunan telah mencapai 102 orang. Seluruhnya kini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Ahmad Ripin Sengeti.
Dalam peristiwa tersebut, korban mengalami gejala seperti mual, muntah, dan sakit perut, sehingga harus segera dilarikan ke RSUD Ahmad Ripin untuk mendapatkan perawatan medis.
